Kamis, 15 September 2011

Chocolate Stick

Halloooo... jumpa lagi, lama sekali rasanya aku ga nengok blog ini.. kangen juga nih ingin berbagi cerita tentang kuker-kuker yang pernah aku bikin.

Kali ini aku ingin berbagi cerita tentang kuker Chocolate Stick yang sekarang jadi favorit pelanggan aku.
Awalnya aku icip-icip kuker ini di tempat kursus.. wuuiiih... enak bangeeet... secara coklatnya berasa sekali. Dan yang bikin aku bertanya-tanya, bagaimana bikinnya yaaa...????????
Singkat cerita aku dapatkan resepnya dan uji coba tuh resep... berhasil... berhasil... berhasil...!
Keluarga aku berebut untuk icip2.. ludes deeeh... padahal bikinnya mesti satu persatu, sebelumnya harus prepair potongin coklat... uuuuchhh.. !!!

Tapi sejak saat itu aku jadi yakin itu bakal jadi andalan, aku langsung beranikan diri bikin dalam jumlah yang banyak (terbanyak di antara kuker lain)... sebagian aku titip pada bakery terkenal di kota aku, terkenal karena kuenya enak-enak n muaahaaal...
 Waktu itu sekitar tahun 2002 (lupa tepatnya) aku dah kasih bandrol kuker ini dengan harga Rp 50.000,-/stoples 500 gram, tergolong mahal, tapi siapa takuuut...????
(Ssssttt..... Idhul Fitri 2011 baru lalu, aku masih jual dengan harga yang sama untuk kategori kuker yang roombuter, maafkan daku, kalo yang special tentu diatas itu harganya.)

Aku agak sedikit bangga juga karena kuker Chocolate Stick -nya habiiiisss...!!
Malah tetangga aku ada yang bilang, "San, orang Arab teman ibu, ada yang bilang kalo di bakery X ada kue kering coklat yang unik bentuknya dan enak, sudah tahu belum?"
Hihihi... ibu itu ga tahu ya, padahal aku yang bikin... hidung aku tambah gede aja.
Boleh dong bangga dikit....?

So, sampai saat ini kuker Chocolate Stick jadi favorit. Saingan banyaaaak... apa lagi aku masih terbilang pemula.. ada juga malah yang bertanya, "Kok bisa tidak meleleh ya? Aku tahun lalu pernah bikin tapi meleleh dan jadi jelek banget."

Chocolate Stick
Aku paling senyum aja... hmmm.. penasaran dia.

Minggu, 03 Juli 2011

Gigi Drakula

Gigi Drakula kuker apa tuh? Baru dengar khan? Hehehe... Kuker Gigi Drakula lebih dikenal dengan nama Putri Salju Bulan Sabit, lho kok jadi Kuker Gigi Drakula?
Lanjuuuut....!!!

Kuker ini umumnya paling disukai anak-anak karena dibalut gula halus yang maniiiizzz... dengan rasa kacang dalam kuenya (ssstt... sekarang banyak juga yang tidak pakai kacang lho!!).
Kacang yang dipakai tergantung selera, kacang tanah bisa, mede bisa, kenari juga bisa, almond... bisa bangeeet. Tentu saja rasa kue tergantung dari jenis kacang yang dipakai juga.
Membandingkan antara yang pakai kacang tanah dengan yang kenari???
Oooohh... no!
Tidak boleh dong... jelas kacang tanah kalah rasa dan harga lebih murah, betul???

Aku sendiri awalnya memakai kacang almond tapi lagi-lagi dikarenakan harga yang melonjak.. siiiuuut! Protes deh pencinta kuker-ku, karena mau tidak mau, rela tidak rela, harga jualpun melonjak. Sementara itu aku mulai berpikir untuk mengganti jenis kacangnya.. akhirnya terpilihlah si buah jambu monyet alias kacang mede. Selain harga relatif murah, mudah pula didapatnya. Dengan sedikit merubah resep dasar, maka jadilah si Putri Salju Bulan Sabit. Tuuuhh... lihat!!!!

Gigi Drakula
Bentuknya ga terlalu mirip bulan sabit yaaa...???
Ada satu teman facebook aku di Spanyol sana yang komentar, kalo diterjemahkan kira-kira artinya, "Seperti gigi drakula." hahaha... bener juga kalo aku pikir lagi.
Makanya aku namakan aja di sini sebagai Kuker Gigi Drakula.

Bagaimana menurut Anda?

Selasa, 07 Juni 2011

Nastar

Naaah.. ini dia kuker favorit aku.. Nastar.
Kuker satu ini awalnya cuma berbentuk bulat n diatasnya diselipkan bunga cengkeh yang kering... saat digigit dalamnya berisi selai nanas dengan rasa asam-manis.. hhhmmmm...
Waktu kecil, hampir setiap hari Raya Idhul Fitri dan Natal aku selalu minta jatah kuker yang satu ini lebih banyak dibandingkan kuker lainnya pada ortu... enak sih!!! Apa lagi kalo pakai roombutter... wuuuiihh... mantapz!

Sekarang kuker ini sudah banyak mengalami variasi bentuk, ada yang berbentuk seperti jambu dengan masih memakai hiasan cengkeh, ada juga yang berbentuk setengah lingkaran tanpa cengkeh lagi. Aku sendiri masih mempertahankan bentuk aslinya yang bulat. Tadinya sih masih memakai hiasan cengkeh tapi lama kelamaan tidak lagi karena harga cengkeh pernah melonjak. Dan aku perhatikan, konsumen aku yang datang dan cicip kuker Nastar ini lebih banyak yang tidak memakan cengkehnya... sayang buanget... terbuang deeh..
Kemudian aku putuskan tanpa hiasan apa-apa bagian atasnya... gundul lagi deeh.. tapi rasa tetap mantaps kok.. hanya mamahku pernah protes, gini katanya; "Masa Nastar tidak ada cengkehnya? Yang namanya Nastar dimana-mana juga pakai cengkeh. Itu yang menambah aroma rasa kue". Hehehe... benar juga sih, walau aku pun termasuk yang tidak memakan cengkehnya.

Nastar Ceria Siap Masuk Oven
Sejak Imlek 2011, Nastar aku mengalami dikit perubahan... ga gundul lagi.. aku kasih nama baru, Nastar Ceria. Seceria warna hiasannya, sukade warna merah dan hijau.








Nastar Ceria @ 500 gram


Naah yang ini siap santap... mauuuu????

Rabu, 01 Juni 2011

Kaas Strengels

Kaas Strengels?
Kuker apa tuh?
Bagaimana bentuknya?
Nama yang agak asing bagi penggemar kuker. Namun bila melihat bentuknya, pasti mereka tahu.. Penasaran???
Nih dia gambarnya....

Sekarang tahu kan? Iya, biasanya kita sebut sebagai Kastengels atau Kue Keju.
Kaas Strengels termasuk pada golongan Molded Cookies, masih ingat?
Itu lho... kuker yang adonannya tidak dicetak tapi hanya dibentuk dengan dipulung atau digelengkan dengan tangan.
Akan tetapi seiring dengan perkembangannya, kuker yang satu ini bisa juga dicetak.

Dulu... sekitar tahun 1995, pertama kalinya aku mencoba salah satu resep kuker ini, yang aku dapat dari istri adik mamah. Waaah... semalam suntuk deh kagak tidur... sebagai pemula, aku langsung bikin 4 x resep (alias sekitar 2 kg terigu). Lha aku tidak tahu.... ternyata lama juga bikin dengan cara dipulung, dipotong-potong, belum lagi dioven pake oven kecil... cape deeh..
(Sekarang sih aku lebih memilih pake cara dicetak aja... terutama kalo orderan lagi banyak, siapa takut???) Teruuuusss.... yang terakhir sukses, gosoooong... aku ketiduran dengan tanpa rasa bersalah...
Aku boyong hasil bikinan itu ke rumah my mom, eeehh... gosong juga abis tuuuh...

Sejak itu, aku kagak pernah berani coba bikin lagi, kebayang capenya. Tapi dorongan hati lama2 ga kuat juga.. aku mulai cari2 resep lagi n coba... hasilnya????
"Enak tapi bau terigu mentah", itu koment tante aku.
"Duuh, bagaimana atuh?????"
Langsung deh... blaa.. blaa... blaaa... turun dikit ilmunya.. aku nyimak aja n besoknya tante aku turun tangan... hehehe.... ("Thx, Tan!")

Setelah cukup lama belajar bikin kuker secara otodidak, akhirnya aku putuskan untuk mengambil kursus kuker di Bandung pada pakarnya, agar mempunyai dasar yang lebih baik. Dari situ akhirnya aku beranikan diri untuk mulai jualan (sampai sekarang)... dan yang beli hanya saudara n tetangga yang baik hati aja tuh... kasian kali ya, masa bikin kuker banyak mau aku makan sendiri???
Uuuuuuuuhhhh..... kasian deh gue...
Kaas Strengels @500 gr

Sekarang aku bikin Kaas Strengels ini agak dikiiit... beda dengan yang lain, aku bikin yang gundul alias tanpa taburan keju diatasnya. So, aku merasa sayang aja bila keju jatuh berceceran dalam stoples. Noooh... lihat difotonya... gundul khan? Tapi mantapz.... keju banget gitu lho...!!

Selasa, 31 Mei 2011

Sejarah Kue Kering

Dijaman modern begini keterlaluan banget deh kalau masih ada yang tidak tahu yang namanya cookies atau kue kecil-kecil atau lebih akrab dinamakan kue kering... 
Masih juga tidak tahu yang saya maksud???
Bagaimana kalau saya sebut namanya saja???
Kastengels?
Nastar?
Putri Salju?
Itu sekedar contoh dari kue kering klasik. 
Untuk selanjutnya kita bilang kue kering ini kuker saja ya biar lebih singkat.

Seiring dengan perkembangan kuliner per-kue-an dan kreatifitas dari para pembuatnya maka, sekarang sudah ratusan mungkin malah jutaan resep-resep kue diluncurkan dengan berbagai bentuk yang unik, lucu, imut, dll deehhh...

Taaaapiiiiiiiiiiiii.... bagaimana sih sejarahnya sampai si kuker ini bisa ada di dunia?
Konon katanya si imut ini bermula dari hasil uji coba untuk mengetes suhu pembakaran (oven kalau kata orang sekarang). Koki mengambil sejumlah kecil adonan dan memasukkannya ke dalam oven. Tes sedikit kue ini disebut "koekje", yang berarti kue kecil dalam bahasa Belanda.
Si Koekje ini pertama kali di populerkan di Amerika Serikat oleh orang Belanda. Kemudian pada abad ke-19 orang-orang Inggris mulai menggabungkannya sebagai teman minum teh, tentu setelah mengalami proses pembuatan yang lebih baik, mereka menamakannya biskuit atau roti manis.

Dari sinilah kemudian akhirnya kuker dibagi menjadi 6 golongan berdasarkan proses pembuatannya, yaitu:

1. Rolled Cookies
Golongan kuker yang adonannya dirol dan dicetak menggunakan cetakan yang atas-bawahnya berlubang (biasanya terbuat dari seng atau plastik) atau cetakan kayu yang biasanya berukir model kukernya.

2. Decorated Cookies
Kuker yang dihias (Digarneer)dengan glazur yang beraneka warna atau dengan gula pasir yang diberi warna. Sekarang banyak juga kuker model ini yang dihias menggunakan coklat yang dilelehkan.

3. Bar Cookies
 Kalau kuker yang ini adonannya dicetak dalam loyang atau pan, kemudian dibakar dalam oven, dan dipotong-potong dalam kondisi masih panas bila sudah matang.

4. Molded Cookies
Ini dia kuker yang membutuhkan keterampilan tangan si pembuat karena adonannya dibentuk dengan tangan dan tidak memerlukan cetakan.

5. Refrigerator Cookies
Kuker yang satu ini adonannya dibikin menjadi keras dengan dimasukkan ke dalam kulkas, baru kemudian dibentuk (umumnya diiris).

6. Press Cookies
Adonan kuker yang adonannya dispuit menggunakan alat spuit yang pada bagian tutupnya mempunyai bentuk bermacam-macam.

Dari keenam golongan tersebut, kuker dengan cara rolled cookies yang paling disukai kaum wanita dalam pembuatannya, khususnya ibu-ibu rumah tangga. Karena proses pembuatannya selain lebih mudah, juga lebih cepat.